. post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

We Write our FICTION

kita bisa menjadi Aktor,sutradara,dan produser dalam cerita kita sendiri ^.^

Background

B A C K G R O U N D

Pages


Part: 25 Chandra

"AH.. Hallo.. Nona Saotome...."

<Chandra!! aku sudah mengatakanya padamu kan!!.. panggil aku Kaguya!!>

"Guh.."

<Hah.. baiklah.. lupakan itu,, ini tentang Vere.. sekarang dia sedang berada di rumahku, kau sedang mencarinyakan?.. kau tidak perlu cemas...mungkin untuk saat ini akan lebih baik jika membiarkan dia menenangkan dirinya,,,tenanglah biar aku yang urus dia..>

"Uh.. dia bersamamu sekarang?..."

<Hmm.. aku tidak mengerti pada apa yang sedang terjadi di antara kalian..Hey sebenarnya apa yang terjadi?.. Ah tidak, .sepertinya , jika aku menanyakanyapun kau tidak akan menjawabnya dengan jujur,,,>

"ma.. maaf"

<Yah .. aku mengerti, mungkin dari sini aku tidak akan terlalu membantu, tapi serahkan ini padaku..>

"Ah......."

<Hmm?>

"Ahmm...te.. terima kasih..."

< Yah,,, terlalu cepat untuk berterima kasih sekarang.. tapi aku akan lebih suka jika kau menunjukan rasa terima kasihmu dengan tindakan.....>

"....."

"Hey Chandra kau tahu?....."

"Mmm?"

Ah tidak apa-apa.. daah.. sepertinya aku harus mempersiapkan makan malam...sampi jumpa besok.."

"Ah.. ya.."

Kemudian nona Saotome menutup teleponya...

Ini terjadi beberapa saat yang lalu..Vere tiba tiba berlari keluar setelah mengatakan sebuah kalimat yang tidak bisa aku pahami...Dan sekarang keadaan menjadi semakin buruk dengan turunya hujan ini,...

"Dia bilang dialah yang membunuhku?..Oh ayolah ada apa denganmu?!!"

Sampai saat ini kalimat itu masih terus berputar di dalam kepalaku..

"Dasar,, berhentilah membuatku khawatir bodoh!!"

Aku mengejarnya , tapi sekarang aku kehilangan dia... beruntung nona Saotome menelepon dan memberitahuku kalau Vere saat ini sedang bersamanya... mungkin lebih baik aku biarkan Nona Saotome yang mengurus hal ini.. ya itu mungkin akan membantu..  itu benar, mungkin sebaiknya saat ini aku kembali...

menutup kepalaku dengan penutup kepala pada jaketku aku berjalan di tengah hujan, aku memutuskan untuk kembali dan menyerah untuk saat ini... sepertinya aku masih tidak tahu apa-apa tentang anak itu.. dan dia.. bahkan dia tidak pernah mengatakan apapun soal hal itu sebelumnya!!...

Setidaknya jangan mengatakan jika kau sudah membunuhku kemudian kabur seperti ini bodoh!!..

Jangan buat aku jadi bingung seperti ini.. apa maksudmu dengan membunuhku?!!

Guh.. sial.. sebanyak apapun aku memikirkanya aku tidak menemukan satupun kesimpulan...Ah... cukup. sebaiknya aku segera bergegas atau aku akan terkena demam jika terlalu lama di bawah hujan..

kemudian aku mempercepat langkahku.. lalu saat aku mencapai distrik pertokoan...

Seseorang berlari melewatiku di tengah hujan...

"Ah kau.."

Dan saat dia berbalik karena panggilan ku...

"Ariel!!"

Ariel Clark berada di sana..berlari di tengah hujan dengan banyak luka di tanganya...

Part: 26 Tiara

sekitar 1 jam yang lalu

Dari Ruangan sebuah gedung  tua, terdengar suara seperti logam berjatuhan..Dan di dalamnya terlihat seorang gadis kecil sedang membawa sebuah tas besar yang kemudian dia letakan di meja..Dari dalam kotak tesebut berbagai sentaja terlihat rapi di tata.. di lihat dari banyaknya senjata yang ada di dalamnya , seseorang akan terkejut dengan seberapa beratnya tas tersebut, tapi, seolah tidak merasakan berat dari benda-benda itu , gadis tersebut mengangkatnya dengan mudah...

<Hell Cat, Tiara Larasati...akan aku pastikan sekali lagi..Apa tugas utamamu?>

Dari Transmiter di telinganya sebuah suara terdengar.. suara yang tidak bisa di ketahui dia laki-laki atau perempuan seolah tertutup mozaik...Tiara yang mendengarnya mulai memantapkan keputusanya.. menanamkan dalam apa yang harus dia lakukan di dalam hatinya... ya.. alasan kenapa dia di sini.. sebuah misi yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja,, karena akhir dari misi ini akan menjadi awal untuknya... mengetahui apa yang harus dia lakukan Tiara mnarik nafasnya lembut.. kemudian dengan tegas dia  mengtakanya...

"Misi peringkat S.. membunuh Queen Wacth Dog.. sekaligus putri kelima kerajaan Inggris.. Aria Noella Anasthasia"

<hahaha.. bagus.. lakukan apa yang harus kau lakukan...>

Suara itu menunjukan tekanan yang aneh pada Tiara.. bagi Tiara itu adalah tekanan paling menjijikan .. tekanan dari nafsu manusia yang serakah dan sombong... tapi untuk saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan... lebih tepatnya, dia harus mengikuti aturan yang di tetapkan padanya...karena ada satu hal yang harus dia capai apapun yang terjadi...

"Tuan,,,Setelah misi ini selesai.. anda akan menepati janji anda kan?.. anda akan membiarkan saya lepas dari dunia hitam ini?"

Lirih dia mengatakan itu dengan lembut, suara yang lemah namun penuh dengan harapan...

<tentu saja... karena itu lakukan yang terbaik demi kebebasanmu...Dan juga, ini adalah foto dari Aria Noella Anasthasia yang harus kau bunuh...>


Di depanya,, sebuah Gadget memperlihatkan sebuah gambar yang menunjukan foto dan informasi dari targetnya...

"Ah.. ini..."

< Seperti yang kau duga..Alasan kenapa sang putri kelima itu sangat sulit di tangkap keberadaanya adalah hal ini..>

"Aku mengerti... akan segera aku laksanakan..."

Angin lembut bertiup membelai pipi gadis itu dan  dia menyadari awan gelap yang membentang di langit mulai melahap langit di atasnya...

mempersiapkan senjata yang dia pilih dia memandang pada sebuah rumah..dia menyadari adanya pertanda badai dari awan dan angin.. tapi keadaan itu justru memberikan panggung yang pantas untuknya..

"Bahkan..Tuhan mempersiapkan panggung yang pas untuk orang hina sepertiku huh?... kalu begitu..aku hanya perlu melakukan peranku saat ini...Its Show Time.."

mengarahkan tatapanya pada pintu dari rumah tersebut dia melihat seseorang keluar..

Part: 27 Kagouya

Kediaman keluarga Saotome

"Uh,, Ummm... Veree..."

Guh dia tidak menjawab.. apa yangs salah denganku!!!,,, beberapa saat setelah aku keluar dari rumah Chandra hujan mulai turun dan kemudian aku melihat gadis ini berlari di tengah hujan sambil menangis saat aku berteduh di trotoar toko..

entah kenapa aku tidak bisa membiarkanya...Dan sekarang.. aku juga tidak bisa melakukan apapun untuk merubah moodnya...

"Ah... Nee-sama?"

Dari pintu muncul seorang gadis berambut hitam.. dia memiliki wajah yang mirip denganku.. tentu saja.. karena kami bersaudara... dia adalah adiku Saotome Sakuya..

"Ah ..Dia...  ?"

menanyakan itu dia berjalan masuk sambil membawa 2 gelas berisi teh panas... mengenakan kimono bergambar bunga sakura dengan  warna merah muda dan putih dia duduk di sampingku...

"Ah,, dia .. dia adik dari temanku namanya Vere.. sepertinya mereka sedang bertengkar dan anak ini kabur dari rumah,,,"

"Heh... kabur?"

"yah.. begitulah...ahahaha"

Maaf sebenarnya aku sendiri juga tidak tahu bagaimana harus menjelaskanya..

"Nee-sama..."

"Ummm?.."

"Mungkin sebaiknya Nee-sama mempersiapakan makan malam... biar aku yang berbicara pada  Vere-san..."

Ah aku mengerti, di saat seperti ini Sakuya memang lebih berguna dari pada aku.. entah kenapa aku merasa dia lebih cocok menjadi kakak dari pada aku... meninggalkan mereka aku pergi ke dapur yang berada di belakang ruang tamu..

"Umm... namaku Saotome Sakuya...."

Duduk di samping Vere Sakuya memperkenalkan dirinya, Dapur di rumah keluarga Saotome adalah dapur terbuka ,jadi aku bisa mengawasi mereka saat memasak...

"..Aku.. Verethragna.."

"Eh..."

mendengar nama itu Sakuya terkejut...

"Verethragna?.."

Aku tahu jika nama Vere terdengar aneh tapi kau tidak perlu sampai memasang ekspresi seperti itu Sakuya..

",,Mmm??"

"Ah.. tidak..uhm,,, Vere-chan.. boleh aku memanggilmu begitu?"

"Vere-chan?"

Apa itu tidak terlalu cepat sakuyaa?!!

"Uh,, ji, jika tidakkeberatan..."

"Mmm.. tidak apa-apa..."

Huh?..ah benar, di sini bukan jepang jadi memanggil dengan nama depan harusnya bukan sesuatu yang tidak sopan..

"Ugh.. Vere-chan.."

Meski dia menjawab tapi Vere sama sekali tidak mengubah ekspresinya.. tatapan matanya,.. mata itu seperti sedang menyesali sesuatu...

"Aaahh.. Lihat tehnya sudah hampir dingin,,, sebaiknya cepat diminum.."

"......"

"Ji, Jika tidak minum sesuatu yang hangat nanti kau bisa demam..."

"....."

Vere sama sekali tidak merespon..dan Sakuya.. dia melihatku dengan mata berair...jangan menyerah Sakuya!!. aku menyemangatinya dengan mengacungkan jempol padanya...

"..Mungkin sebaiknya.. aku tidak ada..."

"....."

Dan sekarang ketika Vere mulai bicara, tidak ada seorangpun dari kami berdua yang bisa membalasnya...lebih tepatnya.. karena kalimatnya bukan sesuatu yang bisa kami jawab.

"Vere-chan...."

"Jika aku tidak ada, mungkin hal itu tidak akan terjadi...Dan Chandra...dia tidak akan menjadi seperti sekarang..."

Vere mulai menceritakan semuanya... saat dia bertemu dengan Chandra,,,saat dia mulai tinggal bersamanya..Juga saat mereka terjebak dalam kebakaran di Wales..juga saat..

"Se..sebentar.. Cha.. Chandra .. matiii?!!!"

"....."

Dia tidak mejawab secara langsung, tapi dia  mengangguk  pelan saat aku bertanya...

"Chandra?.."

Sakuya hanya memiringkan kepalanya mendengar nama laki-laki yang terus aku dan vere bicarakan....

"Itu terjadi dulu sekali...  Dia kehilangan orang tuanya,, tapi dia terus mencoba untuk menolong mereka yang masih hidup dan terperangkap dalam kejadian itu.. mungkin karena dia selalu ingin menjadi super hero, tapi mungkin juga karena orang tuanya selalu mengatakan dia harus mengutamakan orang yang lebih membutuhkan dari pada dirinya sendiri..."


Chandra seperti itu?.. di saat dia kehilangan orang tuanya dia masih menghawatirkan orang lain?..

"Sangat bodoh bukan.. dia melihat kedua orang tuanya mati , tapi tetap berusaha untuk terus tegar.. selalu menganggap dirinya adalah pahlawan super yang harus menolong mereka yang membutuhkan..."

Sambil mengatakan itu dia terus tersenyum... tapi, bagaimanapun dia berusaha, air mata mulai keluar dari matanya...

"Aku.. aku, hanya ingin dia bisa menjadi seperti apa yang dia inginkan... jadi aku memberikan dia kekuatan itu,.. aku mengatakan bahwa kekuatan yang aku berikan harus di bayar dengan nyawanya.. tapi dia hanya tersenyum dan berkata, " bahwa  itu adalah harga yang pantas".. aku .. aku..meski aku bisa menghidupkanya kembali, tapi hal itu tetap tidak mengubah fakta jika aku sudah membunuhnya"

"Vere-chan... jika.. jika memang seperti itu.. kau , kau sudah membuat apa yang dia inginkan menjadi nyata.. kau tidak perlu..."

"Tidak bukan seperti itu!!"

Sakuya mencoba menghibur Vere yang terus menangis,

"Vere-chan.... tapi, tapi, tapi lihat sekarang..dia masih hiduplan...dia terus berada di sisimu,, dia juga sudah punya banyak teman sekarang,, Nee-sama juga bersamanya.. jadi.."

"Justru  itu yang terburuk aku membuatnya menjadi monster!!"

Apa maksudmu dengan mengubahnya menjadi monster?..Dari apa yang Vere bicarakan, ku pikir ini menyangkut dengan hal-hal yang menyangkut supranatural... Keluarga Saotome adalah keluarga yang mendalami tehnik-tehnik kuno dalam pengolahan tubuh, seperti beladiri, ilmu pedang, ...bahkan sihir juga termasuk... Seperti Sakuya yang mendalami sihir pemanggilan roh dan kontrak.. sejak awal dia bertemu Vere dia membuat Ekpresi aneh.. aku tahu jika dia pasti merasakan sesuatu dari Vere.. aku tahu jika Vere bukan orang biasa.. tapi..aku tidak bisa mengerti sejak aku adalah pengguna pedang yang tidak memiliki kemampuan dalam sihir...

Aku ingin bertanya secara langsung tentang siapa Vere sebenarnya, tapi, aku tidak tahu harus mulai dari mana...

"Aku, Aku tahu jika kau adalah pengguna sihir nona Sakuya.."

Eh Vere tahu?

"Dan sejak kau adalah pengguna sihir... harusnya kau juga tahu siapa aku.. "

Eh?,, tunggu sebentar.. Sakuya juga tahu siapa Vere?

"......"

Tapi sakuya hanya terdiam...

"Sebentar.. disini sepertinya hanya aku yang tidak mengerti apa yang kalian bicarakan..?"

Aku mengatakan itu... setidaknya aku tidak mau  menjadi satu-satunya orang bodoh di sini...

"Sakuya?"

Aku bertanya pada Sakuya...tapi dia sama sekali tidak menjawab...

"Semua yang membuat kontrak dengan keberadaan seperti diriku... mereka akan menjadi wabah bagi dunia.."

Tiba-tiba Vere mengatakan itu..

"Apa?..."

"Nee-sama....Orang ini,,,maksudku. Vere-chan... dia, dia salah satu dari Sacred Armament yang masih tersisa, dan dia.. dia adalah salah satu dari Armament yang disebut Regalia..."

"Regalia?"

Regalia... aku pernah mendengar nama itu.. nama dari sebuah senjata yang membawa nama Dewa... Dalam perang dunia ke 3 memperebutkan Oricalcum..aku mendengar ada beberapa negara yang memiliki senjata aneh pemusnah masal yang disebut Regalia..aku mungkin belum pernah melihat secara langsung seperti apa senjata itu. Tapi, dampak yang di hasilkan....aku pernah melihatnya, bukan, tapi benar -benar mengalaminya...bersama cahaya yang turun dari langit... kota dimana aku tinggal hancur menjadi puing-puing tak tersisa..bukan hanya kota, tapi seluruh bagian dari negara dimana aku lahir benar -benar rata...

kemudian, beberapa bulan setelah peristiwa itu, aku mendengar bahwa negara itu hancur karena kesalahan dari dalam...

Tunggu, jangan bilang Chandra juga akan menjadi seperti itu,,,menjadi seseorang yang bisa membunuh nyawa jutaan orang hanya demi memenuhi ambisinya...tapi jika itu Chandra...


"Saat ini kontrak yang aku lakukan hanyalah konrak sepihak..tapi, jika suatu saat kontrak itu menjadi sempurna....."

"Vere-chan?..."

Sakuya sepertinya juga khawatir tentang apa yang akan terjadi.. tapi jika aku mengingat tentang siapa yang kita bicarakan...

"Vere...apa kau pikir Chandra akan menjadi seperti itu?"

"Eh?"

Vere memiringkan kepalanya menanggapi perkataanku...

"Aku tidak tahu seperti apa kutukan yang bisa membuat manusia biasa menjadi Dictator..tapi jika itu Chandra.. entah kenapa aku tidak bisa membayangkan dia menjadi orang seperti itu.."

"......."

"Aku ini bodoh.. nilai pelajaranku juga biasa-biasa saja.. dan satu -satunya yang aku banggakan hanyalah kemampuanku tubuhku ..tapi, bukan berarti aku tidak bisa menilai orang sama sekali..."

"Nona Saotome.."

"Vere....kau sudah tinggal bersama Chandra selama bertahun-tahun kan?..lalu apa kau pernah berpikir Chandra akan menjadi orang seperti yang kau katakan?"

"......?"

Jika itu Chandra yang kita bicarakan, dia pasti akan mengatakan.." Menakhlukan dunia?...huh hal merepotkan seperti itu..hanya akan membuat masalah di masa depan"

"Jika itu Chandra.. dia tipe orang yang tidak mau kerepotan dan lebih memilih hidup sederhana dan damai.."

"Lihat.. kau juga tahu hal itu...lebih baik kau katakan apa yang sudah terjadi, dan apa yang sudah kau lakukan padanya di masa lalu..."

"Ah?..."

lagi pula melihat bagai mana otak orang itu bekerja pasti dia hanya akan mengabaikan hal seperti itu..

" Dan jangan terpancing dengan kata-kata gadis bernama Dhorotty itu!!"

Tanpa sadar suaraku menjadi keras dan aku menancapkan pisau yang aku pegang pada kobis yang ada di sebelahku..

"Ah..ahaha.. Nee-sama..."

Ugh?,, wajah Sakuya menjadi pucat?.. maaf, entah kenapa aku menjadi marah saat mengingat gadis itu!!

"....."

"Ah Vere?"

Vere tiba-tiba memasang wajah khawatir ...kau tidak perlu takutt sampai seperti itu , aku tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya..

"Chandra.. dia dalam bahaya..."

"Eh?..."

Apa?.. apa yang dia katakan, tiba-tiba Vere mengatakan hal aneh seperti itu!

" Avatar yang aku tanamkan pada Chandra.. aku merasakan Chandra sedang dalam bahaya..."

Mengatakan itu...tiba-tibaVere berdiri.. mengangkat tanganya.. ..

"Maaf aku    akan pergi sekarang."

Dia mengatakan itu kemudian memejamkan matanya dan melafalkan kalimat aneh

"....Sungguh aku adalah yang terkuat yang berdiri di garis kemenangan... aku adalah pelindung para ksatria.. Seperti badai yang mengoyak langit, akan aku hancurkan siapapun yang menghalangi jalanku menuju mereka yang aku berkahi..."

Bersamaan dengan kalimat itu angin bertiup kencang di dalam ruangan ini.. dan, vere menghilang..

"Tu..ap.. apa yang terjadi..."

melihatku yang panik Sakuya memegang tanganku...

"Nee-sama.. dari sini.. sebaiknya kita biarkan dia yang menentukan jalan yang dia pilih..."

Reaksi: 

0 Responses so far.

Posting Komentar

    About Me

    Foto Saya
    Rouge and Theo
    its our team,Rouge and Theo Its our dream to make Fiction Hope you enjoy
    Lihat profil lengkapku

    Followers